Aktivis FPG Desak Kapolda Tangkap Mafia Batu Hitam, Dugaan Bekingan Mencuat
Aktivis FPG mendesak Kapolda menindak mafia batu hitam, Dugaan adanya bekingan mencuat dan jadi sorotan publik Gorontalo.
Sorotan tajam kembali mengarah pada aktivitas tambang batu hitam di Gorontalo. Aktivis Forum Pemuda Gorontalo (FPG) secara terbuka mendesak Kapolda untuk segera menangkap pihak-pihak yang diduga menjadi mafia di balik praktik tersebut.
Desakan ini menguat seiring mencuatnya dugaan adanya bekingan yang membuat aktivitas ilegal itu seolah kebal hukum. Publik pun bertanya-tanya, siapa yang sebenarnya bermain di balik bisnis batu hitam ini? Berikut penelusuran lengkapnya di Investigasi Indo.
Mafia Batu Hitam Di Gorontalo: Dugaan Bekingan Aparat Terkuak
Praktik mafia batu hitam di Provinsi Gorontalo ternyata masih berlangsung hingga kini, meski publik sudah lama menyorotnya. Dugaan kuat mengarah pada adanya pelindung dari oknum Aparat Penegak Hukum yang membuat aktivitas pengiriman batu hitam ilegal berjalan sistematis, rapi, dan hampir tanpa hambatan hukum.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas penegakan hukum di Gorontalo. Sejak 2022, publik mencatat sejumlah kasus yang menunjukkan adanya keterlibatan aparat dalam aktivitas ilegal ini.
Dugaan keterlibatan oknum Polres Bone Bolango bahkan sempat memicu pencopotan sejumlah pejabat, menandai bahwa praktik ini bukan sekadar kejahatan lingkungan biasa, melainkan telah memiliki struktur dan jaringan pelindung kekuasaan.
Dugaan Keterlibatan Oknum PJU Polda Gorontalo
Kecurigaan terhadap keterlibatan pejabat tinggi semakin menguat setelah beredarnya foto selfie seorang oknum Pejabat Utama (PJU) Polda Gorontalo bersama sosok yang diduga sebagai bos mafia batu hitam. Foto ini memicu pertanyaan publik: apakah penegakan hukum sedang dilemahkan dari dalam institusi kepolisian?
Jika dugaan tersebut benar, maka pelanggaran ini bukan hanya melanggar etik, tetapi berpotensi sebagai tindak pidana serius yang mencederai kredibilitas kepolisian secara keseluruhan. Fenomena ini membuat langkah aktivis menjadi penting untuk mengawal kasus agar proses hukum tetap berjalan.
Baca Juga: Tarik Keterangan BAP, Eks Panitera PN Jakut Bantah Dugaan Setoran Rp1 M
Langkah Forum Pemuda Gorontalo Mengawal Kasus
Forum Pemuda Gorontalo, di bawah koordinasi Zasmin Dalanggo, melakukan penelusuran langsung. Komitmen FPG untuk mengawal kasus ini terlihat jelas.
Meski upaya tersebut dibalas dengan ancaman dan teror, baik melalui pesan maupun intimidasi langsung. Modus operandi mafia batu hitam yang terungkap termasuk penggunaan dump truck.
Pada 7 November 2025, FPG sempat menahan sejumlah dump truck bermuatan batu hitam. Namun mendapat tekanan dengan klaim sepihak bahwa muatan tersebut adalah arang. Zasmin Dalanggo menegaskan, bukti berupa foto, video, dan dokumentasi muatan dump truck jelas menunjukkan itu batu hitam, bukan arang.
Desakan Tegas Untuk Penegakan Hukum
Forum Pemuda Gorontalo menuntut Polda Gorontalo segera menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk inisial K, R, dan W. Selain itu, FPG berencana melaporkan dugaan keterlibatan PJU Polda Gorontalo ke Propam Polri untuk memastikan proses internal kepolisian berjalan sesuai aturan.
Dump truck dan bukti pengiriman ilegal juga akan dilaporkan secara resmi untuk menegakkan hukum. Publik kini menunggu keberanian institusi penegak hukum untuk membuktikan bahwa hukum benar-benar tegak di atas keadilan, bukan berada di bawah bayang-bayang mafia dan bekingan kekuasaan.
Langkah FPG menjadi bukti bahwa pengawasan masyarakat dan aktivisme kritis menjadi kunci agar praktik ilegal seperti mafia batu hitam tidak dibiarkan terus merajalela. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita lainnya hanya di seputaran Investigasi Indo.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari totabuan.news
- Gambar Kedua dari suaraindonesia1.com