Bencana Beruntun! Banjir Dan Longsor Landa Trenggalek–Tulungagung

Bagikan

Hujan deras selama lebih dari lima jam telah memicu bencana alam di dua kabupaten di Jawa Timur, Trenggalek dan Tulungagung.

Bencana Beruntun! Banjir Dan Longsor Landa Trenggalek–Tulungagung

Banjir melanda sejumlah wilayah, merendam permukiman dan fasilitas publik, sementara akses utama Bandung-Prigi terputus akibat tanah longsor.

Berikut ini, akan menyelami lebih dalam kondisi yang menyebabkan terganggunya aktivitas warga dan memerlukan penanganan cepat dari pihak berwenang.

Tanah Longsor Memutus Akses Trenggalek-Tulungagung

Bencana tanah longsor terjadi pada ruas jalan utama yang vital, menghubungkan Kecamatan Bandung, Tulungagung, dengan Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Material longsor berupa lumpur tebal sepanjang 50 meter secara total menutup badan jalan. Ketebalan lumpur yang mencapai lebih dari setengah meter membuat akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa akses utama tersebut putus total. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju Kecamatan Watulimo dialihkan. Pengalihan dilakukan melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) yang melintasi Kecamatan Besuki, Tulungagung.

Tidak hanya menutup akses jalan, material longsor juga berdampak pada enam rumah warga di sekitarnya. Lumpur setinggi sekitar 30 sentimeter masuk ke dalam rumah-rumah tersebut, menyebabkan kerugian materi dan menghambat aktivitas penghuni. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk membersihkan material ini.

Banjir Menerjang Permukiman Dan Akses Jalan

Tak hanya tanah longsor, sejumlah wilayah juga terdampak bencana banjir.Di Trenggalek, banjir menggenangi ruas Jalan Raya Gandusari-Kampak, tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Akibatnya, akses lalu lintas sempat terganggu di lokasi tersebut, meskipun kini kondisinya sudah surut.

Sementara itu, di Tulungagung, banjir melanda Desa Besole, Gamping, Tunggangri, dan Desa Besuki. Pentingnya koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Banjir ini tidak hanya menggenangi permukiman penduduk tetapi juga mengganggu akses jalan utama di beberapa titik.

Bencana banjir tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi sejak sore hari. Air dari lereng pegunungan meluncur deras, membanjiri perkampungan dan menyebabkan genangan. Beberapa titik banjir sudah mulai surut, dan warga berharap kondisi segera normal kembali.

Baca Juga: Hebat! BUMN Turun Tangan, Penanganan Bencana di Daerah Jadi Lebih Cepat dan Efektif

Upaya Penanganan Dan Pembersihan Material Bencana

Upaya Penanganan Dan Pembersihan Material Bencana

Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera mendatangkan alat berat ke lokasi tanah longsor untuk membersihkan material lumpur. Triadi menargetkan pembersihan akan tuntas malam ini, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Kecamatan Watulimo. Kecepatan penanganan sangat krusial agar aktivitas kembali normal.

Di Desa Basuki dan Besole, Tulungagung, banjir telah surut, dan warga secara mandiri melakukan pembersihan material banjir yang masuk ke rumah-rumah mereka. Ipda DC Subagyo dari Polsek Besuki membenarkan bahwa warga mulai bersih-bersih setelah air surut.

BPBD Trenggalek dan Tulungagung terus memperbarui data terkait dampak banjir. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan semua wilayah terdampak mendapatkan perhatian. Koordinasi antarpihak terkait terus berjalan untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana.

Koordinasi Dan Kewaspadaan Berkelanjutan

Dalam situasi darurat, koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Informasi terkini terus disampaikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana susulan, baik itu banjir maupun tanah longsor. Hindari area rawan bencana dan patuhi arahan dari petugas di lapangan. Kesadaran dan kesiapsiagaan diri sangat penting untuk meminimalisir risiko.

Dengan penanganan yang cepat dan responsif dari pemerintah serta partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diatasi segera. Pemulihan infrastruktur dan lingkungan akan menjadi prioritas utama untuk mengembalikan kondisi seperti semula.

Jangan lewatkan berita terkini Investigasi Indo beserta berbagai informasi menarik yang memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari beritasatu.com

Similar Posts