Ini Dia Ordal! Di Balik Kaburnya Alung Tersangka Sabu 58 Kg, Polisi Panik?

Bagikan

Terungkap! Dugaan ordal di balik kaburnya Alung, tersangka sabu 58 kg, kronologi mengejutkan, polisi panik? Baca fakta lengkapnya!

Ordal? Bisa Gak Sih Tersangka Sabu 58 Kg Kabur Tanpa Jejak dari Polda Jambi?!

Kasus kaburnya Alung, tersangka sabu 58 kg, mendadak jadi sorotan publik. Bukan hanya soal kelalaian, tapi juga muncul dugaan adanya “orang dalam” yang bermain.

Bagaimana kronologi lengkapnya? Benarkah polisi sampai panik menghadapi situasi ini? Simak fakta-fakta mengejutkan yang mulai terungkap dan bikin publik bertanya-tanya sampai akhir hanya ada di Investigasi Indo.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Aksi Kabur Yang Mengejutkan Di Polda Jambi

Kaburnya tersangka narkotika jenis sabu seberat 58 kilogram dari ruang penyidik menjadi sorotan besar di Jambi dan nasional. Peristiwa itu terjadi Sabtu (4/4/2026) malam saat tersangka belum sempat menjalani pemeriksaan lanjutan.

Menurut keterangan resmi Polda Jambi, tersangka memanfaatkan situasi kelengahan petugas yang sedang melakukan koordinasi di ruangan lain. Tanpa disangka, ia berhasil meloloskan diri melalui jendela ruang pemeriksaan di lantai dua Mapolda Jambi.

Aksi itu terjadi sekitar pukul 19.40 WIB. Setelah keluar lewat jendela, pelaku turun dan menerobos bangunan yang belum selesai di belakang kompleks Polda Jambi sebelum akhirnya menghilang.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Siapa Tersangka Dan Statusnya Kini

Pria yang melarikan diri itu adalah M. Alung Ramadhan alias Alung yang ditangkap dalam perkara peredaran gelap sabu dengan barang bukti 58 kg. Ia ditangkap bersama dua tersangka lain dalam kasus yang sama.

Sebelum sempat diperiksa oleh penyidik, Alung memanfaatkan celah dan kabur dari pengawasan. Karena itu, Polda Jambi menetapkannya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan langsung melakukan pengejaran.

Hingga kini, aparat kepolisian bersama Bareskrim Polri dan jajaran polda lainnya masih terus mencari Alung. Jejaknya belum berhasil diungkap dan ia tetap menjadi buronan aktif.

Baca Juga: Waspada! Longsor Hantam Jalur Pudak–Pulung di Ponorogo, Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati

Kronologi Lengkap Pelarian

Kronologi Lengkap Pelarian700

Pelarian Alung cukup singkat namun dramatis. Saat sedang dipersiapkan pemeriksaan, penyidik sempat meninggalkan ruang untuk koordinasi. Saat itu, tersangka bergerak cepat mencari celah.

Alung keluar melalui jendela di lantai dua gedung. Yang mengejutkan, ia kabur dalam kondisi tangan masih terborgol menggunakan kabel ties, sebuah kejadian yang dinilai tidak masuk akal oleh banyak pihak.

Usai turun dari lantai dua, ia langsung menyelinap lewat area bangunan kosong di belakang Mapolda Jambi dan berhasil menghilang sebelum petugas menyadari aksinya.

Respon Aan Penanganan Polisi

Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk menangkap kembali tersangka buron tersebut. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pencarian intensif termasuk bekerja sama dengan Bareskrim Polri dan polda lain.

Aparat juga mengimbau masyarakat untuk membantu jika ada informasi terkait keberadaan Alung. Semua unit keamanan dan hukum diminta berkoordinasi untuk mempersempit ruang gerak tersangka.

Selain pengejaran, penanganan kasus ini juga mencakup sanksi kepada petugas penyidik yang terbukti lalai. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki pengawasan internal dan mencegah kejadian serupa terulang.

Sorotan Publik Dan Dampaknya

Insiden pelarian tersangka sabu 58 kg ini mengundang kritik publik. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana pelaku bisa lolos dari pengawasan di lingkungan penegak hukum sendiri.

Sejumlah pengamat menilai kejadian ini merupakan preseden buruk dalam upaya pemberantasan narkotika di daerah. Mereka berharap kasus ini bisa menjadi perhatian serius bagi penegakan hukum dan sistem pengawasan internal.

Beberapa aktivis mendorong agar insiden tersebut disikapi secara lebih tegas, termasuk kemungkinan peningkatan fasilitas pengawasan seperti CCTV dan prosedur tahanan yang lebih ketat di lingkungan kepolisian.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari dottcom.id
  • Gambar Kedua dari jambione.com

Similar Posts