Warga Geram! Bau RDF Rorotan Terus Menyengat, Ancaman Gugatan Menguat
Warga sekitar RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, mengeluhkan bau limbah pembakaran sampah yang terus menyengat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat hingga muncul ancaman gugatan hukum kepada Pemprov DKI Jakarta jika bau tidak segera ditangani. Pihak pemerintah dan operator RDF Rorotan berjanji menindaklanjuti keluhan dengan inspeksi lapangan.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Investigasi Indo.
Warga Geram, Bau RDF Rorotan Picu Ancaman Gugatan
Sejumlah warga di sekitar fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, mengeluhkan bau busuk yang semakin menyengat dalam beberapa minggu terakhir. Warga menyatakan bau limbah pembakaran sampah mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga mengancam kesehatan mereka.
“Sudah tidak tahan, apalagi saat siang hari bau menyebar ke rumah dan sekolah anak-anak,” ujar Siti Rahma, salah satu warga RW 07, Minggu (2/2/2026). Warga mengaku telah melaporkan keluhan tersebut ke pihak kelurahan, tetapi belum ada tindakan signifikan yang dirasakan.
Beberapa warga berencana menempuh jalur hukum jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak segera menindaklanjuti keluhan mereka. “Kami memberi waktu sepekan, jika bau tidak teratasi, kami akan menggugat,” tegas Ketua RW setempat.
Penyebab Bau Busuk dan Dampaknya
Menurut warga, bau busuk yang menyengat diduga berasal dari RDF Plant Rorotan yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Proses pembakaran sampah yang belum sepenuhnya terkendali menghasilkan asap dan gas berbau tajam yang menyebar ke pemukiman sekitar.
Dampak yang dirasakan warga cukup serius, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Beberapa anak bahkan terpaksa absen sekolah karena bau yang menyebar ke lingkungan rumah.
“Bau ini tidak hanya mengganggu, tapi juga membahayakan kesehatan kami. Kami minta pemerintah bertindak cepat sebelum ada korban lebih serius,” ujar Iwan, warga lainnya.
Baca Juga: Gibran Pantau Pemulihan SMPN 1 Karang Baru Aceh Pascabanjir
Tindak Lanjut Pemerintah dan Operator RDF Rorotan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rahayu Santoso, mengaku telah menerima laporan warga dan tengah melakukan investigasi. Ia menegaskan bahwa RDF Plant Rorotan sudah dilengkapi teknologi pengendalian polusi, namun adanya gangguan operasional bisa menyebabkan bau sementara.
“Tim kami akan melakukan inspeksi lapangan dan memastikan sistem filtrasi berfungsi maksimal. Kami juga akan menambah patroli pengukuran kualitas udara agar warga tenang,” jelas Rahayu.
Pihak operator RDF Rorotan menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Pemprov untuk menindaklanjuti keluhan. “Kami akan evaluasi proses operasional dan segera melakukan perbaikan jika ada kebocoran atau gangguan pada sistem,” kata Hendra, Manajer Operasional RDF Rorotan.
Warga Desak Solusi, Ancaman Gugatan Menguat
Warga menuntut agar Pemprov dan operator RDF segera menempatkan sensor kualitas udara tambahan serta meningkatkan penanganan bau dari pabrik. Mereka juga meminta transparansi data kualitas udara dan laporan rutin terkait kondisi fasilitas.
Selain itu, warga berencana mengadakan pertemuan terbuka dengan pihak RDF Rorotan dan Pemprov untuk membahas solusi jangka panjang. “Kami ingin ada kesepakatan konkret agar masalah ini tidak terulang,” ujar Ketua RW.
Ancaman gugatan hukum kini menjadi tekanan tambahan bagi pemerintah. Jika tidak ada respons cepat, warga siap menempuh jalur hukum untuk memastikan hak mereka atas lingkungan bersih dan sehat tetap terjaga. “Ini soal keselamatan dan kenyamanan hidup kami,” pungkas Siti Rahma.
Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap mengenai berita-berita lainnya hanya di seputaran Investigasi Indo.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com