Aksi Demo Di Muna Barat Ricuh, Polisi Tendang Ban Terbakar, 5 Demonstran Alami Luka Bakar

Bagikan

Demo di Muna Barat ricuh, polisi menindak ban terbakar, Lima demonstran mengalami luka bakar dalam insiden yang memanas ini.

Aksi Demo Di Muna Barat Ricuh, Polisi Tendang Ban Terbakar, 5 Demonstran Alami Luka Bakar

Aksi demonstrasi di Muna Barat berubah ricuh ketika polisi menindak ban terbakar yang menjadi titik fokus kerusuhan. Akibat insiden ini, lima demonstran mengalami luka bakar.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan sekaligus sorotan Investigasi Indo terhadap cara penanganan aksi sosial di tengah ketegangan masyarakat.

Ban Terbakar Menjadi Pemicu Luka Bakar

Insiden terjadi di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, saat aksi demonstrasi berlangsung di depan kantor Inspektorat Muna Barat. Aksi ini menyoroti dugaan korupsi dana desa, yang diikuti oleh sejumlah warga setempat. Suasana sempat kondusif, hingga sebuah ban bekas yang terbakar menjadi pusat kericuhan.

Seorang anggota polisi menendang ban tersebut pada Jumat, 6 Februari 2026 siang, sehingga percikan api mengenai massa demonstran. Akibatnya, lima orang dilaporkan mengalami luka bakar. Dua di antaranya mengalami cedera serius di kaki, sementara tiga lainnya merasakan perih. Peristiwa ini langsung menimbulkan perhatian masyarakat dan viral di media sosial.

Koordinator aksi, Riski, menjelaskan bahwa insiden terjadi secara mendadak saat diskusi di tengah massa sedang berlangsung. Ban yang terbakar yang seharusnya dijauhkan justru ditendang oleh oknum polisi dari belakang, sehingga percikan api menyebar ke peserta demo.

Kronologi Insiden Dan Dampak Pada Massa Aksi

Menurut Riski, kericuhan bermula ketika aksi hendak berakhir dan peserta mulai bersiap meninggalkan lokasi. Namun, kehadiran oknum polisi menambah ketegangan. Kemarin itu sudah mau selesai, sisa diskusi. Tapi tiba-tiba datang dari belakang oknum polisi ini langsung menendang ban, jelasnya.

Akibat tindakan tersebut, lima demonstran terkena percikan api. Dua orang menderita luka bakar serius pada kaki, sementara tiga lainnya mengalami rasa perih yang cukup signifikan. Kondisi para korban langsung ditangani di lokasi dan beberapa dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk perawatan lebih lanjut.

Riski menekankan bahwa mereka berharap pimpinan Polres Muna memberikan tindakan tegas terhadap oknum polisi yang menyebabkan cedera tersebut. Massa demo juga siap melaporkan kejadian ini jika tidak ada sanksi atau tindak lanjut.

Baca Juga: Hujan Deras Memicu Bencana! Longsor Dan Banjir Landa Karangasem

Tanggapan Pihak Kepolisian Muna

Tanggapan Pihak Kepolisian Muna 700

Kasi Humas Polres Muna, Iptu M. Jufri, menegaskan bahwa tindakan anggota polisi dilakukan dalam konteks pengamanan aksi. Menurutnya, niat utama adalah menyingkirkan objek yang berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi demonstran maupun petugas.

Tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden ini. Tujuannya menyingkirkan objek berbahaya, ujar Jufri pada Sabtu, 7 Februari 2026. Ia juga menekankan bahwa setiap anggota tetap wajib mengikuti prosedur dan prinsip profesionalitas saat bertugas.

Polres Muna telah melakukan pemeriksaan internal untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. Hal ini dilakukan agar setiap tindakan anggota bisa dinilai objektif dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Permintaan Tindak Lanjut Dari Massa Demonstran

Koordinator aksi Riski menegaskan bahwa mereka menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas insiden ini. Ia meminta agar Kapolres Muna menindak anggota yang terlibat dan mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.

Kami akan membuat aduan jika tidak ada tindakan tegas. Kejadian ini menimbulkan risiko serius bagi peserta aksi, katanya. Massa demo berharap insiden ini menjadi perhatian pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan selama aksi unjuk rasa.

Situasi ini menjadi peringatan bagi aparat keamanan bahwa pengelolaan demonstrasi harus memperhatikan keselamatan massa, terutama ketika terdapat objek berbahaya seperti ban terbakar yang dapat menimbulkan luka serius.

Refleksi Keselamatan Dan Pengawasan Aksi Massa

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam pengamanan aksi publik. Penggunaan prosedur SOP yang ketat menjadi kunci agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban. Perlu juga penilaian cepat terhadap objek berbahaya di lokasi demo, agar intervensi tidak memperburuk situasi.

Pengawasan internal dan pelatihan anggota polisi menjadi langkah preventif yang krusial. Pihak kepolisian diharapkan mampu menyeimbangkan antara pengamanan dan hak warga untuk menyampaikan aspirasi. Keselamatan demonstran harus menjadi prioritas utama, sehingga aksi tetap dapat berlangsung damai dan tidak menimbulkan cedera.

Kasus ini menjadi contoh penting bagaimana pengelolaan demo harus selalu memperhitungkan risiko fisik, terutama saat terdapat faktor api atau benda mudah terbakar. Evaluasi internal Polres Muna akan menjadi acuan bagi pengamanan demonstrasi di masa depan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari kendariinfo.com
  • Gambar Kedua dari kendariinfo.com

Similar Posts