|

Ancaman Mengejutkan! Noel Sebut Bandit Siapkan Anjing Liar Untuk Purbaya

Bagikan

Noel memperingatkan, bandit diduga melepas anjing liar untuk menyerang Purbaya, Ancaman ini mengejutkan publik dan jadi sorotan.

Ancaman Mengejutkan! Noel Sebut Bandit Siapkan Anjing Liar Untuk Purbaya

Ancaman mengejutkan datang dari Noel. Menurutnya, sejumlah bandit diduga menyiapkan anjing liar untuk menyerang Purbaya, memicu kekhawatiran publik. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan karena menunjukkan adanya upaya intimidasi yang terencana.

Noel menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman yang bisa membahayakan keselamatan Purbaya. Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan Investigasi Indo bagi pihak berwenang untuk menindaklanjuti dugaan rencana serangan tersebut.

Noel Ebenezer Klaim Ada Aliran Uang Ke Ormas Dan Partai

Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel Ebenezer, kembali membuat pernyataan kontroversial di tengah persidangan kasus pemerasan sertifikasi K3 di Kemnaker. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dengan agenda pemeriksaan saksi pada Senin (26/1). Noel mengungkap adanya dugaan aliran uang ke sejumlah pihak, termasuk ormas dan partai politik.

Menurut Noel, ormas yang dimaksud bukan berbasis agama. Ia hanya memberikan petunjuk bahwa partai yang terkait memiliki huruf ‘K’ dalam namanya. Namun, Noel enggan mengungkap lebih lanjut identitas lengkap pihak-pihak yang disebutkan. Pernyataan ini langsung menjadi sorotan media dan publik.

Keterangan Noel menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan jaringan politik dalam kasus pemerasan yang menjerat dirinya. Dugaan aliran dana ini diyakini menjadi salah satu motif di balik praktik pemerasan sertifikasi K3 yang sedang disidangkan.

Peringatan Noel Untuk Purbaya Yudhi Sadewa

Selain menyinggung ormas dan partai, Noel mengklaim memiliki informasi bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berpotensi “di-Noel-kan”. Istilah ini merujuk pada modus penangkapan Noel oleh KPK yang menurutnya sarat rekayasa. Noel mengibaratkan pihak yang mengganggu kepentingan bandit akan “digigit anjing liar”.

Purbaya sendiri menanggapi santai pernyataan Noel. Ia menegaskan bahwa fokusnya hanya pada tugas resmi kepada presiden, tanpa memedulikan klaim Noel. Purbaya juga menyatakan tidak memahami maksud istilah “di-Noel-kan” dan menekankan bahwa posisinya aman selama tidak menerima uang di luar gaji resmi.

Menurut Purbaya, risiko hukum hanya muncul jika seorang pejabat mulai menerima aliran dana ilegal. Selama ia bertindak bersih dan sesuai aturan, kebijakan reformasi pajak dan bea cukai tetap berjalan tanpa gangguan, terlepas dari klaim Noel.

Baca Juga: Pemkab Serang Pastikan Bantuan Maksimal Untuk Korban Bencana Alam

OTT Disebut Noel ‘Operasi Tipu-Tipu’

OTT Disebut Noel ‘Operasi Tipu-Tipu’ 700

Noel juga menyoroti Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjeratnya. Ia menyebut OTT sebagai “operasi tipu-tipu” karena menurutnya tidak sesuai definisi hukum yang berlaku dalam KUHAP lama maupun baru. Noel menilai narasi OTT selama ini penuh kebohongan dan mengingatkan KPK untuk tidak menyesatkan publik maupun presiden.

Ia menegaskan, sebagian besar OTT yang diumumkan KPK hanyalah manipulasi narasi agar publik percaya seolah ada pemerasan yang dilakukan. Pernyataan Noel ini menunjukkan ketidakpercayaan terhadap prosedur OTT, sekaligus menimbulkan kontroversi di tengah persidangan.

Lebih lanjut, Noel meminta agar aparat penegak hukum berlaku jujur dan transparan dalam menangani kasus korupsi. Ia menekankan bahwa basis korupsi, menurut pengamatannya, selalu diawali oleh kebohongan dan manipulasi informasi.

Noel Hadapi Dakwaan Pemerasan Dan Gratifikasi

Dalam perkara ini, Noel didakwa menerima uang dan gratifikasi terkait pengurusan sertifikasi K3 senilai total Rp6,5 miliar. Ia disebut menerima Rp70 juta secara langsung, serta gratifikasi Rp3,365 miliar dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler dari ASN Kemnaker dan pihak swasta. Dakwaan Noel meliputi Pasal 12 huruf e/b juncto Pasal 18 UU Tipikor dan Pasal 127 ayat (1) KUHP.

Noel bahkan menantang hukuman mati jika dakwaan terhadapnya terbukti benar. Namun, jika tidak terbukti, ia berharap dijatuhi hukuman yang paling ringan. Pernyataan ini menegaskan sikap kontroversial dan dramatisnya di persidangan, sekaligus menyoroti ketegangan antara aparat penegak hukum dan tersangka.

Meski demikian, Noel menyatakan akan menghormati proses persidangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik dan pembayar pajak. Ia juga menyinggung kasus korupsi mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, yang menurutnya memperoleh perlakuan berbeda, sebagai contoh adanya ketidakadilan dalam penegakan hukum.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
  • Gambar Kedua dari youtube.com

Similar Posts