Gibran Pantau Pemulihan SMPN 1 Karang Baru Aceh Pascabanjir

Bagikan

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menunjukkan komitmennya pada pemulihan pascabencana dengan mengunjungi SMP 1 Karang Baru, Aceh Tamiang.

Gibran Pantau Pemulihan SMPN 1 Karang Baru Aceh Pascabanjir

Kunjungan ini menjadi simbol harapan bagi ratusan siswa dan guru yang tengah berjuang membangun kembali fasilitas pendidikan mereka setelah diterjang banjir bandang. Gibran berinteraksi langsung dengan para siswa dan memastikan kebutuhan sekolah terpenuhi.

Dapatkan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di .

Kunjungan Langsung Wapres Ke Lokasi Bencana

Pada Jumat, 30 Januari 2026, Wapres Gibran Rakabuming Raka tiba di SMP Negeri 1 Karang Baru, Aceh Tamiang. Beliau tidak segan untuk duduk lesehan bersama para siswa dan guru di ruang kelas yang masih minim fasilitas. Pemandangan ini menunjukkan kepedulian Gibran terhadap kondisi riil di lapangan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memantau langsung proses pemulihan pascabanjir. Gibran ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan lancar. Ia juga berjanji untuk segera memenuhi berbagai kebutuhan sekolah yang terdampak parah oleh bencana alam tersebut.

Kehadiran Gibran di tengah-tengah komunitas sekolah memberikan semangat baru. Ini menegaskan bahwa pemerintah serius dalam mendukung upaya pemulihan pendidikan. Interaksi langsung dengan siswa dan guru memungkinkan Wapres untuk memahami secara mendalam tantangan yang mereka hadapi setiap hari.

Baca Juga: Bencana Beruntun! Banjir Dan Longsor Landa Trenggalek–Tulungagung

Dampak Banjir Bandang Yang Melumpuhkan

Dampak Banjir Bandang Yang Melumpuhkan

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang telah meninggalkan dampak signifikan, terutama bagi sektor pendidikan. SMP Negeri 1 Karang Baru menjadi salah satu sekolah yang paling berat terkena dampak banjir. Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar mengajar secara drastis.

Dari total 698 siswa, sebanyak 665 di antaranya terpaksa merasakan langsung dampak banjir. Bukan hanya siswa, tenaga pendidik dan kependidikan juga tidak luput dari bencana. Sebanyak 67 dari 71 guru dan staf sekolah turut terdampak, menunjukkan skala kerugian yang menyeluruh.

Kerusakan fisik sekolah pun sangat parah. Hampir seluruh fasilitas utama, terutama ruang belajar dan penunjang di lantai dasar, mengalami kerusakan. Ruang kelas, UKS, laboratorium, musala, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta ruang administrasi hancur. Meja, kursi, dan papan tulis juga rusak berat.

Upaya Pemulihan Dan Adaptasi Pembelajaran

Meskipun dalam kondisi sulit, semangat belajar di SMP Negeri 1 Karang Baru tidak padam. Pasca-bencana, proses belajar mengajar dilaksanakan secara komunal. Siswa dari tiga jenjang kelas digabungkan di beberapa ruang yang masih bisa digunakan, menunjukkan adaptasi luar biasa dari pihak sekolah.

Seiring berjalannya waktu dan upaya pemulihan, kondisi mulai membaik. Sejak 28 Januari 2026, pembelajaran telah dialihkan ke sembilan ruang kelas. Pengaturan dilakukan secara bertahap, dengan penggabungan siswa dan penyesuaian jadwal mengajar oleh masing-masing guru, demi efektivitas proses belajar.

Upaya adaptasi ini menunjukkan ketahanan dan kreativitas komunitas sekolah. Mereka bertekad untuk tidak menyerah pada keterbatasan. Dukungan dari pemerintah, seperti kunjungan Wapres Gibran, menjadi dorongan moral yang penting dalam proses panjang pemulihan pendidikan ini.

Kebutuhan Mendesak Untuk Pendidikan Yang Berkelanjutan

Dalam kunjungannya, Gibran secara langsung menyerap berbagai kebutuhan mendesak. Prioritas utama adalah ketersediaan fasilitas dasar penunjang kegiatan belajar mengajar. Ini mencakup papan tulis, meja, dan kursi yang layak bagi siswa, yang saat ini masih sangat kurang.

Selain itu, perangkat pembelajaran modern juga menjadi krusial. Laptop dan seragam dinas bagi guru sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas pengajaran. Perlengkapan administrasi sekolah seperti komputer dan printer juga penting untuk memastikan kelancaran operasional dan manajemen sekolah.

Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ini bukan hanya sekadar perbaikan, tetapi investasi untuk masa depan. Dengan fasilitas yang memadai, SMP Negeri 1 Karang Baru dapat kembali berfungsi optimal. Hal ini akan memastikan pendidikan berkualitas bagi generasi muda Aceh Tamiang, bahkan setelah diterpa bencana.

Akses rangkuman informasi terbaru dan terpercaya lainnya untuk menambah wawasan Anda hanya di Investigasi Indo.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari news.okezone.com
  • Gambar Kedua dari merdeka.com

Similar Posts