Geger Tangerang! Sindikat Etomidate Terbongkar, Kurir Raup Rp1 Juta per Pengiriman
Bareskrim Polri membongkar peredaran etomidate di Tangerang dan menangkap sejumlah pelaku, polisi mengungkap kurir menerima bayaran.

Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus peredaran etomidate di wilayah Tangerang yang melibatkan jaringan terorganisir. Dalam pengungkapan tersebut, aparat menemukan fakta bahwa para kurir menerima bayaran hingga Rp1 juta untuk setiap pengiriman barang ilegal.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ Investigasi Indo.
Bareskrim Ungkap Jaringan Etomidate di Tangerang
Bareskrim mulai menyelidiki aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan distribusi etomidate di wilayah Tangerang. Tim penyidik memantau pergerakan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Hasil pengamatan mengarah pada pola distribusi yang berjalan secara terorganisir.
Polisi kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk memperkuat penyelidikan. Penyidik menelusuri jalur pengiriman serta pihak yang berperan sebagai penghubung antar pelaku. Setiap data yang terkumpul membantu aparat memetakan jaringan lebih jelas.
Setelah memperoleh bukti yang cukup, aparat langsung bergerak melakukan penindakan. Operasi ini berlangsung cepat untuk mencegah pelaku memindahkan barang atau melarikan diri. Polisi akhirnya berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Kurir Digaji Rp1 Juta Sekali Pengiriman
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan fakta bahwa kurir menerima bayaran cukup besar untuk setiap pengiriman etomidate. Para pelaku mendapatkan upah sekitar Rp1 juta setiap kali menjalankan tugas distribusi. Nilai tersebut membuat jaringan lebih mudah merekrut orang baru.
Penyidik mengungkap bahwa para kurir hanya bertugas mengantar barang ke lokasi tertentu sesuai arahan koordinator. Mereka menggunakan metode pengiriman yang berpindah-pindah untuk menghindari pantauan aparat. Sistem ini membuat jaringan terlihat rapi dan sulit terlacak.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya perekrutan kurir secara terus-menerus. Aparat menduga jaringan sengaja memanfaatkan kebutuhan ekonomi sebagian orang untuk menjalankan distribusi barang ilegal tersebut.
Baca Juga:Ā Bencana Banjir di Tebing Tinggi! Ribuan Warga dan Fasilitas Umum Ikut Terendam
Modus Peredaran Etomidate

Jaringan ini menggunakan pola distribusi tertutup untuk menjalankan aktivitas mereka di Tangerang. Pelaku mengatur komunikasi melalui aplikasi digital agar aktivitas tidak mudah terdeteksi. Mereka juga membatasi interaksi langsung antar anggota jaringan.
Barang yang diduga mengandung etomidate dikirim melalui jalur tertentu dengan kemasan yang disamarkan. Polisi menemukan bahwa pelaku berusaha menyembunyikan barang di dalam paket biasa agar tidak menimbulkan kecurigaan. Cara ini memperlihatkan tingkat perencanaan yang cukup matang.
Selain itu, jaringan membagi tugas secara spesifik untuk mengurangi risiko penangkapan massal. Ada pihak yang mengatur penyimpanan, pengiriman, hingga komunikasi dengan kurir. Polisi kini terus mendalami struktur jaringan tersebut.
Penyidikan dan Pengembangan Kasus
Bareskrim terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat. Penyidik memeriksa komunikasi digital serta aliran transaksi yang berkaitan dengan distribusi etomidate. Langkah ini bertujuan menemukan aktor utama di balik jaringan tersebut.
Polisi juga memeriksa kemungkinan keterlibatan jaringan lintas daerah dalam kasus ini. Penyidik menduga distribusi tidak hanya berlangsung di Tangerang, tetapi juga menjangkau wilayah lain. Pengembangan kasus terus berjalan secara intensif.
Aparat menegaskan bahwa mereka akan menindak seluruh pihak yang terlibat tanpa pengecualian. Polisi ingin memastikan jaringan ini tidak lagi beroperasi dan membahayakan masyarakat luas.
Imbauan Aparat dan Bahaya Zat Ilegal
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam distribusi maupun penggunaan zat ilegal. Aparat menilai iming-iming bayaran besar sering menjadi alasan utama seseorang mau menjadi kurir. Padahal risiko hukum yang menanti sangat berat.
Bareskrim juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari warga sangat membantu aparat dalam mengungkap jaringan peredaran ilegal. Kerja sama publik menjadi bagian penting dalam pemberantasan kasus seperti ini.
Kasus etomidate di Tangerang menjadi pengingat bahwa jaringan distribusi zat ilegal terus berkembang dengan berbagai modus baru. Aparat memastikan mereka akan terus memperkuat pengawasan dan melakukan penindakan demi menjaga keamanan masyarakat.
Jangan lewatkan update berita seputaranĀ Investigasi IndoĀ serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari Kompas Regional
- Gambar kedua dari Remedy Labs